Sabtu, 01 November 2014

Masakan simple anak kos : tumis buncis tempe teri medan


Hari ni aq mw bagi2 resep masakan yang gampang banget. Bahan2nya mudah di dapat dan ga butuh waktu lama buatnya. Ok ini dia resepnya 
Bahan :
Buncis secukupnya di iris 
Cabe merahu 3 buah  diiris
Bawang putih 1 siung  diiris 
Bawang merah 3 siung diiris 
Tomat setengah buah di iris 
Teri medan secukupnya
Tempe secukupnya 
Minyak goreng 
Garam

Cara memasak: 
Goreng tempe kemudian  tiriskan
Goreng teri medan kemudian tiriskan 
Panaskan minyak goreng 
Tumis irisan bawang merah,bawang putih 
Kemudian irisan cabe kemudian irisan tomat setelah harum masukkan irisan buncis aduk merata 
Kemudian tambahkan sedikit air supaya buncis nya matang 
Setelah buncis matang dan air mengering masukin tempe goreng kemudian aduk hingga rata 
Kemudian tambahkan garam secukupnya
Kemudian matikan kompor gas 
Setelah masakan tidak terlalu panas lagi masukin teri goreng. Hal ini agar teri goreng nya tetap gurih 
Setelah itu hidangkan dengan nasi putihh
Maknyusssssss 
Selamat mencoba teman2 

Kamis, 19 Juni 2014

Datang dan pergi

Suatu saat mereka yang kau sayang akan pergi meninggalkanmu.
Mereka yang dulunya tertawa dan bersedih bersamamu akan melupakanmu. 
Saat itu terjadi kepadamu yakinlah kau bisa berdiri sendiri. 

Selasa, 29 April 2014

Pilih IOS atau Android

Tahun 2014 sepertinya teknologi semakin canggih aja. Dari smartphone hingga tablet makin banyak di serbu dari berbagai kalangan. Dari yang harganya murah sampai yang mahal semuanya laku dipasaran. Sebagai anak muda khususnya ni mahasiswa pastinya ga mw ketinggalan kecanggihan teknologi. Tapi, mengikuti teknologi ga harus memaksakan diri buat beli gadget yang harganya selangit. Malahan dari pengalaman aq ada beberapa org yang punya gadget super mahal tapi ga tw kelebihan dari gadget yang dibelinya. Yang paling parah beli gadget mahal hanya buat ajang gaya2an. Sayang banget kan, akhirnya penggunaan gadget nya sama aja kayak gadget yang dijual agak murah.           
Nah IOS dan android merupakan produk teknologi yang dibilang termasuk laris di pasaran. Tapi kebanyakan orang termasuk aku masih bingung pilih android atau IOS. Sebenarnya menurut aku dari pengalaman liat gadet nya teman2 maupun baca2 dari artikel dua OS ni punya kelebihan dan kekurangan masing2. Dan pilihan kita sebenarnya harus tergantung dari kebutuhan dan kemampuan kantong ahhhahah. Tapi bagi aku gadget yang aku pilih harus sesuai keinginan hati. Kalau tak sesuai keinginan hati ga usah dibeli aja hahha. Dan akhirnya aku memilih IOS agak murah untuk menemani hari2 ku. Mengapa aku memilih IOS ? Jawabannya adalah aku jatuh cinta pada produk besutan apple ni pada pandangan pertama. Perfomanya yang elegan,menarik serta simple cocok pas bgt dihati. Kelebihannya buat aku kagum sama Steve Jobs pendiri Apple.  Kekurangannya akan ku hadapi dengan berbagai cara hahaha. Tapi bukan berarti IOS adalah yang terbaik. Semuanya tergantung pilihan hati - hati masing2 orang. Yang paling penting apapun gadget kita harus memberikan manfaat yang baik. Mendekatkan yang jauh bukan malah menjauhkan yang dekat. Menambah wawasan bukan hanya dijadiin sarana eksis di media sosial. Meningkatkan prestasi belajar bukan malah menghabisi waktu buat main game. 
Semoga bermanfaat dan selamat bersenang dgn gadget pilihan hati anda hehehhe  

Senin, 21 Oktober 2013

Hormone Insulin
Selain memiliki fungsi pencernaan pancreas juga menyekresikan dua hormone yang penting  yakni insulin dan glucagon yang sangat penting untuk pengaturan metabolisme karbohidrat,lipid dn protein secara normal.
Hubungan insulin dan energy
Bila terdapat makanan karbohidrat berenergi tinggi dalam jumlah yang besar maka insulin akan disekresikan dalam yang jumlah yang besar
Bila terdapat kelebihan karbohidrat insulin menyebabkan karbohidrat tersimpan sebagai glikogen terutama di hati dan otot
 kelebihan karbohidrat yang tidak dapat disimpan sebagai glikogen juga diubah oleh insulin menjadi lemak dan disimpan di jaringn adipose
Untuk menimbulkan efek insulin pada sel sasaran,insulin berikatan dengan atau mengaktifkan suatu protein reseptor membrane. Efek selanjutnya disebabkan oleh reseptor  yang teraktifkan bukan oleh insulin.
Efek insulin terhadap metabolisme karbohidrat
Segera Setelah mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat contohnya nasi,maka karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian diabsorbsi oleh darah. Penyerapan glukosa dalam darah akan menyebabkan pancreas menseksresikan insulin. Dimana semakin besar glukosa dalam darah maka semakin besar insulin yang disekresikan oleh pancreas. Insulin kemudian akan berikatan dengan reseptor pada sel sasaran yang kemudian menggunakan glukosa untuk proses pembentukan energy.
Jika setelah makan otot tidak bekerja atau  penggunaan energy berkurang maka kelebihan glukosa ini akan disimpan dalam bentuk glikogen dalam otot daripada diubah menjadi energi.
Efek lain yang penting dari insulin adalah menyebabkan sebagian besar glukosa yang diabsorbsi oleh darah disimpan di hati dalam bentuk glikogen sehingga pada saat di antara waktu makan tidak tersedia makanan dan konsentrasi glukosa darah berkurang dan sekresi insulin menurun maka dengan cepat glikogen hati akan dipecah kembali menjadi glukosa yang akan dilepaskan ke dalam darah agar konsentrasi glukosa dalam darah tidak berkurang terlalu jauh .
Selain itu bila jumlah glukosa lebih besar dibandingkan jumlah glukosa yang dapat disimpan sebagai glikogen dan yang diperlukan untuk metabolisem sel hepatosit, maka insulin akan mengubah semua kelebihan glukosa ini menjadi asam lemak. Asam lemak ini kemudian diubah menjadi trigliserida yang kemudian ditimbun didalam jaringan adiposa.
Hubungan timbal balik antara konsentrasi glukosa darah dan kecepatan sekresi insulin

Naiknya konsentrasi glukos darah akan menyebabkan timbulnya mekanisme umpan balik yang sangat berguna untuk mengatur  konsentrasi glukosa darah kembali normal. Mekanisme tersebut yaitu peningkatan kadar glukosa darah akan meningkatkan sekresi insulin dan insulin selanjutnya meningkatkan transport glukosa ke dalam hati,otot,dan sel lain sehingga mengurangi glukosa darah kembali normal. 

Jumat, 11 Oktober 2013

Asuhan gizi klinik pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus

ASUHAN GIZI KLINIK PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS
1.    1. Menyapa pasien dengan ramah dan memperkenalkan diri
Cth: Selamat siang bapak perkenalkan saya dr.intan,saya dokter yang bertugas hari ini dan yang akan merawat bapak,dengan bapak siapa ?
2.      2. Melakukan anamnesa pada pasien tentang riwayat penyakit
Contoh pertanyaan pada kasus ini:
·         Apa keluhan yang bapak rasakan ?
·         Sudah berapa lama?
·         Apakah bapak sering merasa haus?
·         Apakah bapak sering merasa lapar?
·         Apakah bapak sering buang air kecil?
·         Apakah ada terasa tegang pada tengkuk bapak?
·         Apakah berat badan bapak menurun drastis ?
·         Sebelumnya apa bapak pernah mengalami keluhan seperti ini atau bapak pernah mengalami penyakit yang lain?
·         Apakah di keluarga bapak ada yang mempunyai penyakit atau keluhan yang sama seperti yang bapak alami?
·         Sebelumnya apakah bapak pernah menggunakan obat-obatan?
3.     3.  Melakukan pemeriksaan fisik dan vital sign
Pada kasus ini pemeriksaan fisik yang perlu dilakukan adalah:
·         Pemeriksaan konjungtiva palpebral inferior apakah pucat atau tidak
·         Auskultasi thoraks mendengarkan ronkhi basah dan ronkhi kering serta whezzing pada paru-paru serta suara gallop pada apeks cordis
·         Pemeriksaan ekstremitas inferior melihat apakah ada gangren dan edema pitting dan edema pretibial
·         Melakukan vital sign yaitu tekanan darah,denyut nadi,frekuensi pernafasan dan temperature
4.      4. Melakukan pemeriksaan status gizi
·         Berat badan / Umur
·         Tinggi badan/ Umur
·         Berat badan/Tinggi Badan
5.      5. Melakukan penghitungan indeks massa tubuh
Rumus :  Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2
Kategori IMT :
·         Sangat kurus   : < 17
·         Kurus               : 17 - 18,5
·         Normal            : 18,5 - 25
·         Gemuk             : 25 - 27
·         Overweight     : 27 - 29
·         Obesitas          : > 29
6.     6.  Memberikan informasi kepada pasien tentang pengaturan diet yang tepat pada pasien dengan gangguan metabolic
*      Pengaturan diet pasien hipertensi adalah dengan diet garam
·         Hipertensi grade II  melakukan diet garam I yaitu tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali
·         Hipertensi grade I  melakukan diet garam II  yaitu boleh mengonsumsi garam namun hanya setengah sendok teh saja
·         Pre- Hipertensi melakukan diet garam III yaitu boleh mengonsumsi garam namun hanya 1 sendok teh saja
Makanan yang dianjurkan :Sayur-sayuran,buah-buahan,teh encer,rendah lemak dan rendah garam
Makanan yang tidak dianjurkan: Soda,teh,kopi,santan,daging kambing dan telur asin
*      Pengaturan diet pasien diabetes mellitus adalah diet kalori
Ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu :
·         Jumlah             : kurangi porsi makan dari biasanya
·         Jenis                : hindari konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi   diganti dengan karbohidrat tinggi serat seperti kentang
·         Jadwal             : makan 3 kali sehari pagi siang dan malam disertai 2 kali selingan pagi jam 10 dan sore jam 4 namun pada selingan hanya boleh mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran
Makanan yang dianjurkan : makanan karbohdirat tinggi serat seperti umbi-umbian
Makanan yang tidak dianjurkan : makanan mengandung gula murni seperti gula pasir,gula palem,gula jawa dan madu
Selain itu dianjurkan juga untuk olahraga secara teratur
7.      7. Melakukan penutupan
Cth : harapan saya bapak dapat melakukan diet seperti yang saya jelaskan tadi dengan baik sehingga bapak dapat sehat kembali. Terima kasih bapak

  

Kamis, 10 Oktober 2013

OBESITAS

OBESITAS
Menurut WHO pada tahun 2000 obesitas itu adalah kondisi ketidaknormalan atau kelebihan akumulasi lemak pada jaringan adiposa. Prevalensi terjadinya obesitas semakin meningkat disetiap negara. Penelitian Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) mendapatkan angka prevalensi obesitas pada wanita adalah 11,02 % dimana lebih besar daripada pria yang prevalensinya 9,16 %. Pada tahun 2015 diperkirakan 2,3 milyar orang dewasa akan mengalami overweight dan 700 juta diantaranya mengalami obesitas.

Etiologi atau penyebab terjadinya obesitas adalah ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi. Asupan energi yang berlebihan dan pengeluaran energi yang rendah menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan energi tersebut sebagai cadangan dalam bentuk jaringan lemak. Hal ini lah yang memicu terjadinya obesitas. Selain itu ada beberapa faktor yang memicu terjadinya obesitas yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik berperan dimana ditemukan bahwasanya anak yang obesitas biasanya berasal dari keluarga obesitas. Faktor lingkungan juga ikut berperan diantarnya perilaku makan yang buruk,kurangnya aktivitas fisik,penggunaan medikamentosa contohnya steroid,serta sosial ekonomi.

Secara fisiologis pengaturan nafsu makan di atur oleh hipotalamus pada bagian nukleus lateral hipotalamus disebut juga pusat makan. Hipotalamus akan menerima sinyal saraf dari
  • Saluran pencernaan yang memberikan informasi isi lambung artinya disini bila saluran cerna teregang terutama pada lambung dan duodenum maka sinyal akan akan dihantarkan melalui nervus vagus untuk menekan nafsu makan sehingga nafsu makan berkurang
  • Sinyal kimia dalam darah yaitu kadar glukosa dan asam lemak dalam darah. Pengaturan nafsu makan diatur dengan cara ketika salah satu dari zat kimia tersebut berkurang maka nafsu makan akan meningkat yang akhirnya akan mengembalikan kadar zat tersebut dalam darah menjadi normal
  • sinyal dari hormon-hormon gastrointestinal maupun jaringan lemak. Pada dasarnya ada 2 neuron pada hipotalamus yang merangsang dan menghambat nafsu makan yaitu
1.      Neuron proopimelanokortin (POMC) yang memproduksi alfa melanocyte stimulating hormo bersama dengan cocaine and amphetamine related transcipt (CART)
2.      Neuropeptida Y (NPY) dan agouti-related protein (AGRP)
Aktivasi neuron POMC akan mengurangi nafsu makan dan meningkatkan pengeluaran energi sedangkan aktivasi NPY akan meningkatkan nafsu makan dan mengurangi pengeluaran energi. Neuron-neuron tersebut agaknya menjadi target utama bagi kerja hormon-hormon yang mengatur nafsu makan.Beberapa hormon pengatur nafsu makan yang terdapat pada gastrointestinal adalah kolesistokinin yang berespon terhadap lemak dan memiliki efek langsung ke pusat makan untuk mengurangi perilaku makan lebih lanjut. Selain itu terdapat peptida YY (PYY) dan peptida mirip glukagon (GLP) yang disekresi dari saluran cerna yang juga berfungsi menghambat nafsu makan atau disebut juga anoreksigenik. Selain hormon-hormon penghambat nafsu makan (anoreksigenik)  pada saluran cerna juga terdapat hormon yang meningkatkan nafsu makan (oreksigenik) yaitu ghrelin.Hormon  pengatur nafsu makan juga dihasilkan dari jaringan adiposa yaitu leptin. Bila jumlah jaringan lemak meningkat adiposit akan menghasilkan leptin lebih banyak lagi yang akan dilepaskan ke dalam darah. Leptin kemudian menempati reseptor leptin pada hipotalamus untuk menurunkan nafsu makan.
·         Sinyal dari korteks cerebri berupa penglihatan,penciuman dan pengecapan

Walaupun mekanisme fisiologi dapat mengatur nafsu makan beberapa faktor dapat menimbulkan perilaku makan yang tidak normal sehingga masukan energi berlebih dan timbullah obesitas.  Gaya hidup yang tidak aktif atau aktivitas fisik berkurang,faktor lingkungan,sosial dan psikologis,kelainan neurologis serta faktor genetik merupakan faktor-faktor penyebab obesitas


ANATOMI SISTEM ENDOKRIN Part I

Anatomi Sistem Endokrin

Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang hasil sekresinya langsung ditampung oleh darah tanpa melalui saluran.
Secara anatomi kelenjar endokrin dibagi menjadi :
  1. Glandula Hypophyse
  2. Glandula Corpus Pineale
  3. Glandula Thyroidea
  4. Glandula Parathyroidea
  5. Thymus
  6. Glandula Suprarenalis
  7. Pancreas
  8. Ovarium pada wanita dan Testes pada pria

GLANDULA HYPOPHYSE
Glandula hypophyse terletak di dalam rongga tengokrak pada fossa hypophyse.
Glandula hypophyse terdiri dari 3 lobus
1.      Lobus anterior disebut juga adenohypophyse
2.      Lobus posterior disebut juga neurohypophyse
3.      Lobus intermedial
Hormon-hormon yang dihasilkan oleh glandula hypophyse adalah
1.      Lobus anterior menghasilkan
·         Somatotropine hormone (hormon pertumbuhan )
·         Thyrotropic Stimulating Hormone (TSH)
·         AdenoCorticoTropic Hormone (ACTH)
·         Gonadotropine hormone yang terdiri dari Luitinezing Hormon (LH) , Folikel Stimulating Hormone (FSH) dan prolaktin (Lactogenic Hormone)
2.      Lobus posterior menghasilkan
·         Antidiuretic Hormon (ADH)
·         Oksitosin
Vaskularisasi dari glandula hypophyse  
·          Arteri hypophysialis superior
·          Arteri hypophysialis inferior
Pembuluh darah balik
·          Vena hypophysialis superior
·          Vena  hypophysialis inferior

GLANDULA THYROIDEA
Glandula thyroidea terletak di regio choli di depan dan di samping trake setinggi anulus trakealis 4 dan 6. Terdiri dari:
·         lobus dextra
·         lobus sinistra
·         ismus
Batas lobus thyroid
v  Anterolateral
ü  Musculus SternoThyroideus
ü  Musculus Sternocledomastoideus
ü  Musculus omohyoid
v  Posterolateral
ü  Arteri carotis communis
ü  Nervus vagus
ü  Vena jugularis Interna
v   Medial
ü  trakea
ü  laring
ü  pangkal esofagus
Batas ismus
v   Anterior
ü  Musculus Sternothyroideus
ü  Musculus Sternocledomastoideus
ü  Musculus omohyoid
v  Posterior
ü  anulus trakealis 2-4
Vaskularisasi glandula thyroidea
Glandula thyroidea diperdarahi oleh
  • Arteri Thyroidea Superior
  • Arteri Thyroidea Inferior
Pembuluh darah balik glandula thyroidea adalah
  • Vena Thyroides superior
  • Vena Thyroidea media
  • Vena Thyroidea inferior
Vena-vena diatas berhubungan langsung dengan vena cava superior  
Inervasi Glandula thyroidea adalah
  • Saraf Parasimpatis
ü  Nervus Laringeus Recurent
ü  Nervus laringeus Superior dan Inferior
  • Saraf Simpatis

THYMUS
Thymus terletak di rongga mediastinum antara sternum dan pericardial
Berbentuk pipih terdiri dari dua lobus dextra dan sinistra
Thymus berfungsi membentuk antibodi dengan menekankan lymphocyte  T
Pada saat pubertas thymus membesar dan setelah pubertas thymus kembali mengecil
Vaskularisasi thymus : thymus perdarahi oleh
·         Arteri thyroidea inferior
·         Arteri thoracica interna

GLANDULA SUPRARENALIS
Jumlahnya sepasang dextra dan sinistra. Dimana glandula suprarenalis dextra berbentuk piramid sedangkan glandula suprarenalis sinistra berbentuk bulan sabit . Secara histologi Glandula Suprarenalis terbagi menjadi:
·         Korteks yang menghasilkan hormon kortisol,aldosteron dan kortikosteroid
·         Medulla yang menghasilkan hormon epinefrin dan norepinefrin
Vaskularisasi:
Glandula suprarenalis diperdarahi oleh
  • Arteri suprarenalis superior yang merupakan cabang dari arteri perenica inferior
  • Arteri suprarenalis media yang merupakan cabang langsung aorta abdominalis
  • Arteri suprarenalis inferior yang merupakan cabang dari arteri renalis
Inervasi glandula suprarenalis berasal dari plexus coeliacus